Zaman sekarang bisa disebut sebagai zaman internet. Ini karena dalam beberapa tahun terakhir, jumlah populasi pengguna internet di seluruh meningkat drastis. Semuanya karena kemajuan teknologi internet yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tentunya membuat akses ke internet semakin mudah dan murah, sehingga internet bukanlah sesuatu yang luar biasa lagi. Bahkan, tidak jarang sekarang ini kita jumpai orang-orang yang sedang asik berselancar di dunia maya ataupun di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter melalui ponsel mereka. Dengan kemajuan teknologi dan perubahan pada kebiasaan manusia ini, ada satu bentuk usaha yang sangat terpengaruh. Bentuk usaha yang sangat terpengaruh ini tidak lain adalah usaha warung internet atau biasa disingkat warnet.
Kemajuan di bidang teknologi internet membawa dampak baik dan buruk bagi warnet. Dampak baiknya adalah dengan semakin kenalnya masyarakat pada internet, kebutuhan mereka akan internet pun meningkat drastis, sehingga memaksa mereka untuk terhubung dengan internet dan melakukan berbagai macam hal di internet. Dengan begitu, orang-orang tersebut pun mau tidak mau harus ke warnet jika mereka tidak memiliki akses internet di rumah ataupun di ponsel mereka. Sebaliknya, dengan menurunnya biaya internet dan semakin mudahnya mendapatkan akses internet, orang-orang dengan tingkat ekonomi menengah ke atas hampir bisa dipastikan bahwa mereka tidak pernah ke warnet lagi sampai saat ini. Hal ini tentunya menghilangkan para pelanggan warnet dari kelas menengah ke atas tersebut.
Fakta tersebut membuat orang bertanya-tanya apakah bisnis warnet masih bisa diandalkan atau akan “mati” dalam waktu dekat ini. Memang sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut, namun jika ditimbang-timbang, ternynata bisnis warnet masih bisa diandalkan setidaknya untuk beberapa tahun ke depan (sekitar 5 tahun ke depan atau lebih). Jadi, jika anda ingin memanfaatkan peluang usaha bisnis warnet ini, maka sekarang pun masih belum terlambat. Hal ini dikarenakan oleh 2 faktor. Yang pertama adalah karena ada beberapa hal di internet yang tidak bisa dilakukan atau diakses menggunakan ponsel yang memiliki jaringan internet, seperti pembuatan akun jejaring sosial dan juga bermain game online, sehingga komputer dengan jaringan internet masih dibutuhkan. Yang kedua adalah karena masyarakat menengah ke bawah akan selalu ada sampai kapanpun. Sebenarnya, masyarakat menengah ke bawah adalah sasaran empuk untuk bisnis usaha warnet, karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki akses internet sendiri tapi tetap harus terhubung dengan internet, sehingga memaksa mereka untuk secara rutin pergi ke warnet.
Lalu, bagaimana proyeksi pendapatan dari usaha bisnis warnet? Mari kita simak perhitungan proyeksi pendapatan di bawah ini.
Modal awal
6 unit komputer @Rp 2.500.000 x 6 = Rp 15.000.000,-
meja dan kursi secukupnya Rp 1.000.000,-
biaya sewa tempat untuk 1 tahun Rp 6.000.000,-
Peralatan lainnya (modem, kabel-kabel, dsb,) Rp 1.000.000,-
Kulkas untuk minuman dingin Rp 2.000.000,-+
Total modal awal Rp 25.000.000,-
Pendapatan
Pendapatan warnet 6 x (Rp 2.500,- x 12) x 30 Rp 5.400.000,-
Pendapatan snack & minuman Rp 1.500.000,-+
Total pendapatan kotor per bulan Rp 6.900.000,-
Pengeluaran
Gaji pegawai 2 orang (2 x 750.000) Rp 1.500.000,-
Biaya listrik per bulan Rp 500.000,-
Biaya internet per bulan Rp 750.000,-
Biaya sewa tempat per bulan (Rp 6.000.000,- : 12) Rp 500.000,-
Stock snack & minuman Rp 500.000,-
Total pengeluaran per bulan Rp 3.750.000,–
Total pendapatan bersih per bulan Rp 3.150.000,-
BEP = 8-9 bulan





